Selangkah Lagi Menjadi Geopark Nasional, Pemkab Berau Kebut Pembenahan Data Sangkulirang Mangkalihat
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau, Muhammad Said, mengikuti rapat pembahasan terkait perkembangan Geopark Sangkulirang Mangkalihat, Selasa (8/9/2026). (foto : sep/fn)
POSKOTAKALTIMNEWS,
BERAU : Harapan Kabupaten Berau membawa Geopark
Sangkulirang Mangkalihat menyandang status nasional semakin dekat. Tahapan
verifikasi terakhir telah dilaksanakan, dan kini pemerintah daerah bersama
sejumlah pihak terkait fokus menyelesaikan berbagai catatan serta melengkapi
data yang masih diperlukan.
Bahkan, Pemerintah
Kabupaten Berau optimistis status Geopark Nasional bagi kawasan Sangkulirang Mangkalihat dapat
ditetapkan sebelum penghujung 2026, sebagaimana disampaikan Sekretaris Daerah
(Sekda) Kabupaten Berau, Muhammad Said, usai mengikuti rapat pembahasan terkait
perkembangan Geopark Sangkulirang Mangkalihat, Selasa (8/9/2026).
Menurut Said, proses
verifikasi terakhir telah dilakukan dan dipimpin langsung Sekretaris Provinsi
Kalimantan Timur. Dari proses tersebut, masih terdapat sejumlah hal yang harus
segera disempurnakan, terutama berkaitan dengan inventarisasi, penamaan, serta
kelengkapan data Geopark.
“Terima kasih,
verifikasi terakhir tadi sudah dilaksanakan, dipimpin oleh Sekprov langsung.
Kemudian untuk inventarisasi, penamaan, data-data Geopark, kemudian juga ada
beberapa hal yang harus kita lengkapi,” ujar Said.
Meski masih ada
sejumlah pekerjaan rumah, Said memastikan hal tersebut tidak menyurutkan
optimisme pemerintah daerah. Sebaliknya, catatan hasil verifikasi menjadi
pedoman untuk mempercepat penyempurnaan seluruh persyaratan yang dibutuhkan.
Menurutnya, komitmen
untuk mewujudkan Geopark Sangkulirang Mangkalihat sebagai Geopark Nasional
telah dibangun bersama oleh berbagai pihak, baik Pemerintah Provinsi Kalimantan
Timur, Pemerintah Kabupaten Berau, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur maupun
pengelola Geopark.
“Insyaallah komitmen
kita bersama, baik pengelola Geopark Sangkulirang Mangkalihat, Provinsi
Kalimantan Timur, Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur, pada prinsipnya
sudah sangat siap,” katanya.
Bagi Pemkab Berau,
proses menuju status nasional bukan hanya persoalan mendapatkan sebuah
pengakuan. Ada potensi besar yang ingin dikembangkan dari kawasan tersebut,
mulai dari kekayaan geologi, bentang alam, keanekaragaman hayati, hingga
kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat yang berada di dalam maupun sekitar
kawasan Geopark.
Karena itu,
kelengkapan data menjadi bagian penting sebelum status nasional diberikan. Said
mengatakan, pemerintah daerah mendapatkan pendampingan langsung dalam proses
penyempurnaan tersebut.
“Insyaallah tadi
sudah langsung dibimbing oleh Badan Geologi Nasional, kemudian tim verifikasi,”
ujarnya.
Pendampingan tersebut
menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan setiap catatan
dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Dengan adanya arahan dari tim
verifikasi dan Badan Geologi, berbagai kekurangan yang ditemukan dapat segera
diperbaiki dan dilengkapi.
Ketika ditanya
mengenai batas waktu penyelesaian perbaikan, Said tidak menyebut proses
tersebut akan berlangsung lama. Ia justru optimistis seluruh tahapan dapat
segera diselesaikan.
“Insyaallah dalam
waktu yang tidak terlalu lama,” katanya.
Said bahkan menyebut
informasi sementara yang diterima pemerintah daerah menunjukkan bahwa status
tersebut diharapkan dapat diberikan sebelum akhir tahun.
“Mudah-mudahan
informasinya itu sebelum akhir tahun, status itu sudah bisa diberikan,”
ujarnya.
Pernyataan tersebut
menjadi angin segar bagi upaya pengembangan Geopark Sangkulirang Mangkalihat
yang selama ini terus didorong lintas pemerintahan.
Geopark Sangkulirang
Mangkalihat bukan hanya menjadi kepentingan satu daerah saja. Kawasan tersebut
mencakup wilayah Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur sehingga membutuhkan
koordinasi lintas wilayah.
Karena itu,
keberhasilan menuju status nasional sangat bergantung pada konsistensi
kolaborasi antara pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, pengelola
Geopark, serta instansi terkait.
Said memastikan
komitmen tersebut telah terbangun. Pemkab Berau juga menyampaikan apresiasi
kepada kementerian terkait, Badan Geologi Nasional dan tim verifikasi yang
telah memberikan arahan, catatan serta pemahaman selama proses verifikasi
“Kita juga mengucapkan
terima kasih kepada Kementerian, Badan Geologi Nasional, kemudian tim
verifikasi yang hadir dalam memberikan catatan, memberikan pemahaman, serta
mendukung sepenuhnya Geopark ini,” kata Said.
Penetapan sebagai
Geopark Nasional nantinya diharapkan bukan menjadi garis akhir. Justru, status
tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan kawasan secara lebih luas
dan terarah.
Geopark Sangkulirang
Mangkalihat memiliki peluang untuk memperkuat daya tarik wisata berbasis
geologi dan alam sekaligus mendorong pengembangan ekonomi masyarakat di
sekitarnya.
Pengelolaan yang baik
juga dapat membuka ruang bagi pengembangan edukasi, penelitian, pariwisata
berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, serta promosi potensi daerah ke tingkat
yang lebih luas.
Karena itu, pekerjaan
pemerintah daerah saat ini bukan hanya memastikan dokumen dan data lengkap,
tetapi juga memastikan kawasan tersebut benar-benar siap ketika status nasional
diberikan Verifikasi terakhir telah dilalui.
Jika seluruh proses
berjalan sesuai harapan, sebelum tahun 2026 berakhir, nama Sangkulirang
Mangkalihat bukan hanya menjadi
kebanggaan Berau dan Kutai Timur, tetapi juga tercatat sebagai bagian dari
Geopark Nasional Indonesia.
Bagi Kabupaten Berau,
momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa kekayaan
alam tidak hanya layak dijaga, tetapi juga dapat dikelola secara berkelanjutan
dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (sep/FN/Advertorial)